Di Kerajaan Elu yang makmur, Raja Oba Adedeji harus memilih pewaris takhta di antara kedua putra kembarnya—yang satu berani dan tegas, sementara yang lainnya bijaksana dan penuh pengendalian diri. Ketika ia enggan mengambil keputusan, kerajaan tersebut terseret ke dalam konflik yang membawa dampak politik dan spiritual berkepanjangan, sekaligus memicu perang yang akan menentukan masa depan Yorubaland.














